LSKSI

Lembaga Sertifikasi Kompetensi Senam Indonesia

Tentang

Instruktur Kebugaran dituntut untuk memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai anatomi tubuh, gerakan tubuh yang benar, dan kebutuhan gizi yang seimbang, agar bimbingannya kepada peserta kebugaran dapat mencapai sasaran yang diharapkan. Selain itu, ia juga dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan efektif sehingga dapat menyampaikan pemahamannya secara lengkap kepada para peserta kebugaran yang dibimbingnya.

Kompetensi dalam anatomi, fisio, gizi, dan komunikasi menjadi persyaratan yang harus dimiliki oleh setiap Instruktur Kebugaran. Untuk itulah Lembaga Sertifikasi Kompetensi Senam Indonesia (LSKSI) selaku lembaga yang diberi kepercayaan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan R.I. untuk mempersiapkan perangkat dan kegiatan yang dipandu oleh para ahli, guna melaksanakan uji kompetensi bagi para Instruktur Kebugaran dalam rangka sertifikasi kompetensi senam di Indonesia.

Dalam mempersiapkan fasilitas pengujian, LSKSI membangun kemitraan dengan berbagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. LSKSI yang dibentuk pada tahun 2011 di Jakarta, adalah sebuah lembaga mandiri berbadan hukum yang dibentuk oleh Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia (ASKI) sebagai Asosiasi Profesi di bidang Senam. LSKSI mengikuti kebijakan penyelenggara uji kompetensi sesuai dengan amanat Undang-undang No. 20/2003 pasal 61 tentang Sistem Pendidikan Nasional, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19/2005 pasal 89 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 70/2008 tentang Uji Kompetensi bagi Instruktur Kebugaran. LSKSI telah dikukuhkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (d.h. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

LSKSI telah dikukuhkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (d.h. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Peran

Memfasilitasi pelaksanaan Uji Kompetensi bagi Instruktur Kebugaran di Indonesia dan memberikan pemahaman kepada Instruktur Kebugaran, penyelenggara/sanggar-sanggar senam dan fitness, serta masyarakat, tentang pentingnya kompetensi bagi Instruktur Kebugaran.

Tugas Pokok

  1. Memberikan Sertifikat Kompetensi Senam sebagai tanda bukti, penetapan dan pengakuan terhadap pencapaian kompetensi seorang Instruktur Kebugaran;
  2. Membangun kerjasama yang harmonis dengan lembaga dan instansi terkait dalam Pembinaan dan Sertifikasi Kompetensi Senam.
  3. Melaksanakan Uji Kompetensi dengan standar kompetensi yang telah ditentukan dan disahkan oleh Pemerintah;

Struktur Pengurus

Chania